Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > SANG PENGKHIANAT
< Maret
2008
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Kamis, 20 Maret 2008

Bacaan Setahun : 1Samuel 1-3
Nats : "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, salah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Murid-murid itu ... ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya (Yohanes 13:21,22)

SANG PENGKHIANAT

Bacaan : Yohanes 13:21-30

Wajah para murid tampak tegang. Masing-masing menaruh curiga; siapa di antara mereka yang bakal jadi pengkhianat. "Yang jelas bukan aku," pikir mereka. Hanya Yohanes yang menampakkan raut wajah tenang. Duduk bersandar di kanan Yesus, hati murid yang dikasihi Yesus ini peka akan pergumulan Gurunya. Inilah suasana yang tergambar dalam lukisan The Last Supper karya Leonardo Da Vinci. Dalam karyanya itu, Da Vinci ingin memotret reaksi para murid setelah Yesus berkata bahwa salah satu dari mereka akan berkhianat.

Sebenarnya, siapakah yang mengkhianati Yesus malam itu? Apakah hanya Yudas? Tidak! Petrus pun menyangkali-Nya (Yohanes 18:12-27). Bahkan Matius 26:56 menyatakan, "Semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri." Mereka yang seharusnya menjadi pengikut setia, justru bersembunyi dan menyelamatkan diri sendiri. Ini juga sebuah bentuk pengkhianatan. Kita berkhianat bukan hanya saat membocorkan informasi kepada lawan, melainkan juga saat bersikap tidak loyal terhadap orang yang seharusnya kita bela. Malam itu, semua murid Yesus berkhianat!

Kita pun bisa terjerumus mengkhianati Yesus, jika ada hal-hal lain yang lebih kita bela daripada diri-Nya. Tidak sedikit orang mengesampingkan imannya demi mengejar karier, mendapat teman hidup, memperoleh kesembuhan, atau menikmati kesenangan duniawi. Ada orang yang enggan dikenal sebagai orang kristiani, karena takut kehilangan teman atau peluang bisnis. Kristus telah memilih kita untuk menjadi sahabatsahabat-Nya, mari kita terus jagai hati dan hidup kita agar terus setia kepada-Nya --JTI

KESETIAAN DIUJI BUKAN PADA MASA TENANG
NAMUN JUSTRU PADA MASA SUKAR
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran