Bacaan : Roma 10:8-17
John Geddie, misionaris dari Kanada, memberi diri untuk memberitakan
Injil di Kepulauan Vanuatu, Samudra Pasifik bagian selatan. Sejak ia
datang, hanya satu hal yang dilakukannya setiap hari: berbagi
tentang Kristus yang telah mati dan bangkit kepada orang-orang
Vanuatu yang belum pernah mendengarnya! Perjuangannya berpuluh-puluh
tahun di sana berbuah nyata. Geddie yang mempelajari bahasa mereka
dari nol, akhirnya berhasil menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam
bahasa Vanuatu. Dengan itu, ia telah membawa ribuan orang untuk
mengenal, percaya, serta mengikut Kristus.
Geddie setia melayani di pulau itu hingga akhir hayatnya. Saat ia
meninggal, orang-orang memasang plakat peringatan bagi Geddie di
gereja mereka, yang bertuliskan: "Ketika Geddie datang dan mendarat
pada tahun 1848, di sini tidak ada orang kristiani. Ketika ia
berpulang pada tahun 1872, di sini tak ada lagi orang yang tidak
mengenal Kristus".
Percaya bahwa Kristus menyelamatkan kita lewat pengurbanan-Nya,
adalah langkah penting yang pertama (ayat 9). Lalu, bila jiwa kita
sudah diselamatkan, pantaskah kita berdiam diri? Paulus dan Geddie
telah merasakan anugerah yang tak terukur melimpahi dan memperbarui
hidup mereka. Itu sebabnya dengan yakin mereka mengambil langkah
kedua: menceritakan kebangkitan Kristus kepada mereka yang belum
mendengar tentang Kristus (ayat 14,15), agar mereka menemukan
pengharapan bagi jiwa. Setiap hari, pasti ada seseorang yang perlu
mendengar kabar baik tentang Kristus. Yesus telah mati untuk semua
orang (ayat 12). Adakah kita hendak menyimpannya untuk diri sendiri?
-AW
ADA BANYAK KESEMPATAN UNTUK BERTEMU SESEORANG HARI INI
BERAPA BANYAK YANG KITA PAKAI UNTUK BERCERITA TENTANG YESUS?
|