Bacaan : 1Korintus 15:12-23
Seorang anggota kelompok Jesus Seminar bernama John Dominic Crossan,
membuat marah banyak orang kristiani ketika ia mengatakan bahwa
Yesus tidak bangkit, sebab mayat-Nya dimakan anjing! Yang parah
adalah ia menyatakan hal ini dengan sembrono. Tentu saja
pernyataannya itu salah. Ini adalah salah satu dari banyaknya teori
serta dalih para penentang kekristenan yang bermuara pada pernyataan
pokok: Yesus tidak bangkit.
Memang tidak ada yang menyaksikan peristiwa bangkitnya Yesus dari
kematian. Namun waktu surat Korintus ini ditulis, banyak saksi
berani menceritakan bahwa mereka berjumpa dengan Yesus yang bangkit.
Tujuan kesaksian banyak orang ini, termasuk Paulus, adalah agar umat
menjadi percaya (ayat 11) dan supaya umat memiliki pengharapan yang
teguh. Itulah intisari pergumulan yang ditulis Paulus dalam perikop
hari ini. Bila Kristus bangkit, maka kita memiliki pijakan kuat
untuk meyakini bahwa ada kebangkitan orang mati (ayat 12). Dengan
demikian, kebangkitan Kristus menjadi dasar bagi jemaat untuk
mengelola masa kini dan menyongsong masa depan, yakni bahwa
perjuangan iman dalam Kristus bukan sesuatu yang kosong, tetapi
bermakna.
Orang yang membuka hati dan pikiran terhadap misteri Kristus yang
bangkit, akan mengalami bahwa hidupnya berarti. Hidupnya lalu
menjadi layak dihidupi. Hidupnya layak dirayakan dan ditempuh dengan
sukacita setiap hari, betapa pun sulitnya. Mengapa? Sebab
kebangkitan Kristus adalah jaminan bahwa tak percuma kita beriman
dalam hidup yang sarat penderitaan dan pertanyaan tentang masa depan
ini -DKL
RESURREXIT CHRISTUS, ALLELUIA ... CANTATE DOMINO, ALLELUIA
[KRISTUS TELAH BANGKIT, HALELUYA ... PUJILAH DIA, HALELUYA]
|