Bacaan : Mazmur 32:1-5
Banyak produk kosmetik menawarkan solusi bagi mereka yang ingin
membuat kulit wajah lebih putih, lebih cerah. Lalu, ada juga banyak
merek pasta gigi yang mengandung whitening untuk memutihkan gigi,
agar lebih bersinar. Memutihkan warna yang sudah kusam atau pekat
tentu tak mudah. Namun, lebih dari semua iklan "pemutih", Tuhan
menawarkan kepada kita sesuatu yang dapat "memutihkan" dosa:
"Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti
salju" (Yesaya 1:18). Warna semerah kirmizi (scarlet, merah tua
seperti ungu) tentu tidak mungkin diubah menjadi putih. Namun, oleh
pengampunan-Nya, dosa semerah kirmizi bisa menjadi seputih salju.
Dosa semerah kirmizi, menyiratkan betapa pekatnya sebuah dosa, atau
begitu lamanya satu dosa mengendap dalam diri kita. Siapa yang tahan
menyimpannya? Daud tak tahan berkubang dalam dosa. Ia merasa dosa
membuat tulang-tulangnya menjadi lesu (Mazmur 32:3). Ia merasa siang
dan malam tangan Tuhan menekannya begitu berat (ayat 4). Daud tak
ingin dosa menjauhkannya dari Tuhan. Ia tak mau menyembunyikan
kesalahannya. Ia harus memberitahukan dosanya kepada Tuhan, "Aku
akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku" (ayat 5). Daud
mengakui dosanya, memohon pengampunan, dan Tuhan meng-ampuninya.
Jika dosa kita sepekat kirmizi, masih sanggupkah kita bersembunyi di
hadapan Tuhan? Tidakkah hidup ini akan lebih ringan jika kita tidak
menyembunyikan kesalahan dan dosa kita, terhadap siapa pun, terlebih
kepada Tuhan? Akuilah dosa itu. Dan, seperti Tuhan mengampuni Daud,
Dia pasti mengampuni kita AGS
HIDUP AKAN LEBIH TENTERAM DAN NYAMAN
BILA KITA TAK MENYEMBUNYIKAN KESALAHAN
|