Bacaan : Roma 6:15-23
Suatu hari, Philip Yancey, penulis kristiani ternama, didatangi
seorang pria yang menyatakan ingin menceraikan istrinya dan menikahi
perempuan lain. Ia bertanya, "Maukah Allah mengampuni dosa yang akan
saya lakukan ini? Bukankah Allah Mahakasih?" Yancey mengingatkan,
jika seseorang sengaja hidup dalam dosa, bisa jadi ia lupa kembali
ke jalan Tuhan. Namun, nasihat itu tak digubris. Rencananya tetap
dijalankan. Ternyata benar, pria itu tak lagi mau kembali. Ia tidak
hanya jatuh dalam dosa, tetapi juga memilih hidup dalam dosa.
Ini serupa dengan cerita tentang babi dan kucing. Pria itu memilih
menjadi seperti babi, yang bila dimasukkan ke kubangan, ia betah
berkubang di situ. Ia tak memilih sikap seperti seekor kucing, yang
bila jatuh ke kubangan, ia akan segera berupaya keluar.
Seperti Yancey, Paulus pun mengingatkan kita supaya berhati-hati.
Setelah menerima kasih karunia Tuhan, kita harus berjaga-jaga agar
jangan diperalat lagi untuk menjadi hamba dosa, sebab kita sudah
dimerdekakan! Kuasa Kristus memampukan kita untuk menang atas dosa.
Mari kita jagai hidup agar tidak menyerah pada perbuatan dosa.
Sebaliknya, hendaklah kita menjadi hamba kebenaran (Roma 6:18).
Artinya, tiap hari dan tiap saat kita berupaya menaati kebenaran
firman yang membawa kita kepada pengudusan. Ya, orang percaya masih
bisa jatuh ke dalam dosa. Godaan dan cobaan masih akan terus kita
jumpai. Namun, jika kita jatuh, segeralah bangkit kembali. Jangan
betah berlama-lama hidup dalam dosa. Jangan biarkan dosa menguasai
kita -JTI
WALAU KADANG TERSANDUNG KERIKIL GODAAN
TERUSLAH BERJALAN MAJU MENUJU KEKUDUSAN
|