Bacaan : Mazmur 100
Sifat apakah yang dengan jelas dapat menggambarkan kondisi kesehatan
moral dan rohani seseorang? Apakah itu kasih? Integritas? Kebaikan,
kegembiraan, atau keyakinan? Pendapat tiap-tiap orang bisa berbeda,
itu pasti.
Otto Friedrich Bollnow, dalam eseinya Who Really Gives Thanks?
(Siapakah yang Benar-benar Bersyukur?) mengungkapkan, "Mungkin tak
ada sifat lain yang lebih dapat menggambarkan kesehatan moral dan
rohani seseorang selain kemampuannya untuk bersyukur."
Sekalipun kita tidak sependapat dengannya, pendapat Bollnow tetap
dapat dijadikan bahan pemikiran. Bagaimanapun juga, Kitab Suci
menekankan pentingnya memuji Allah atas kebaikan dan
belaskasihan-Nya. Ada banyak ayat dalam kitab Mazmur yang melukiskan
ungkapan hati yang penuh syukur. Sebagai contoh, "Kiranya
bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa
semuanya bersyukur kepada-Mu" (Mazmur 67:4). "Bersyukurlah
kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!" (100:4). Rasul Paulus pun
mendorong rekan-rekannya yang seiman agar mengucap syukur senantiasa
atas segala sesuatu dalam nama Tuhan Yesus Kristus kepada Allah dan
Bapa di surga (Efesus 5:20).
Berdasarkan hal di atas, luangkanlah waktu untuk merenung dan
mengingat akan pengampunan Allah, perlindungan-Nya yang tak pernah
berubah, kesetiaan-Nya dalam memelihara kita, serta penyertaan-Nya
yang kekal. Dengan selalu ingat untuk bersyukur, Anda akan berada
dalam kondisi sehat secara rohani dan memuliakan nama-Nya.
Oleh karena itu, renungkanlah-dan bersyukurlah! -VCG
BELAJAR BERSYUKUR MERUPAKAN PROSES YANG TAK ADA HABISNYA
|