Bacaan : Yohanes 13:2-20
"Uang itu berkuasa." Prinsip ini terdapat dalam sebagian besar
kebudayaan. Orang berjuang mendapatkan kekayaan, bahkan sering kali
mengorbankan integritas pribadi supaya dapat hidup di tempat dan
dengan cara yang mereka inginkan, memilih kendaraan yang mereka
sukai, dan memperoleh semua yang mereka inginkan.
Di tengah budaya yang memuja uang, orang Kristen dapat terjerumus
dan melakukan hal yang sama. Sebagian orang menggunakan uang untuk
mengendalikan keluarganya. Bahkan ada juga yang mengancam akan
berhenti menyumbang untuk gereja bila keinginannya tidak terpenuhi.
Betapa berbedanya dengan Yesus! Kuasa-Nya atas penyakit Dia pakai
untuk menyembuhkan orang sakit. Kuasa-Nya atas laut Dia pakai untuk
melenyapkan ketakutan manusia. Kuasa-Nya untuk mencipta Dia pakai
untuk memberi makan ribuan orang. Kuasa-Nya atas dosa Dia pakai
untuk mengampuni orang berdosa. Namun, kuasa-Nya atas hidup-Nya
sendiri Dia kurbankan untuk menyelamatkan manusia yang berseru
kepada-Nya (Roma 10:13).
Yesus berkuasa atas segala sesuatu, namun Dia menggunakan kuasa-Nya
itu untuk melayani orang lain. Dia yang dipanggil "Tuhan" oleh para
rasul di ruang atas, sesungguhnya adalah satu-satunya Pribadi yang
memiliki hati seorang hamba (Yohanes 13:2-17). Buktinya, Dia mau
membasuh kaki para murid! Ketika Petrus memprotesnya, Yesus
menjawab, "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat
bagian dalam Aku" (ayat 8).
Jangan gunakan uang atau hal lain untuk tujuan yang egois, tapi
untuk melayani orang lain. Itulah kuasa yang dipakai dengan benar
-DCE
SEMAKIN BANYAK KITA MELAYANI KRISTUS
SEMAKIN SEDIKIT KITA MELAYANI KEINGINAN DIRI SENDIRI
|