Bacaan : Yohanes 3:1-18
Kasih Allah kepada kita begitu besar sehingga kita sulit
memahaminya. Kasih itu menjangkau kita melalui gelapnya dunia yang
penuh dosa, bahkan sekalipun kita tidak layak menerima kasih-Nya.
Alkitab berkata bahwa sebelum menciptakan planet kita ini, Allah
sudah memutuskan bahwa kelak Dia akan menunjukkan kasih-Nya yang
begitu dalam kepada kita yang berdosa, yakni melalui kematian
Putra-Nya di kayu salib (1 Petrus 1:20; Wahyu 13:8).
Saya membayangkan bahwa saya menoleh ke belakang dan melihat Tuhan
sedang mengangkat gunung-gunung, memotong barisan bukit dengan
aliran sungai, dan meratakan dataran. Saya menyaksikan bagaimana Dia
menciptakan lautan yang luas dan danau-danau yang indah. Kemudian,
setelah semua pekerjaan itu berakhir, saya melihat Dia beristirahat
sambil memandangi hasil ciptaan-Nya yang indah. Lalu Dia memandang
bagian dunia tempat Putra-Nya kelak akan dilahirkan. Dia tahu Yesus
akan ditolak dan disalibkan. Sebenarnya, dengan sedikit sapuan
tangan-Nya, Dia dapat melenyapkan dunia ini dan menghindarkan
Putra-Nya dari penderitaan salib. Namun Dia tidak melakukannya.
Karena kasih Allah, sang Putra diutus ke dunia dan dikurbankan. Di
Kalvari, Dia mati untuk menebus dosa-dosa kita. Dalam Yohanes 3:16
tertulis, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga
Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang
yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal."
Betapa besar kasih-Nya kepada kita! -DCE
KARENA KASIH ALLAH YANG KEKAL
KITA DAPAT MEMPEROLEH KEHIDUPAN YANG KEKAL
|