Bacaan : Lukas 14:25-35
Cara apa pun yang Anda pilih untuk menurunkan berat badan tetap
harus disertai usaha keras dalam mengatur pola makan agar berat
badan Anda benar-benar turun, paling tidak untuk sementara.Namun
sebagian besar orang yang berdiet menemui hambatan sebelum mencapai
tujuan, dan patah semangat karena keinginan kuat mereka hilang
sebelum berat badannya turun. Akhirnya banyak yang menyerah dan
kembali pada kebiasaan makan mereka yang lama.
Hal serupa terjadi dalam kehidupan kekristenan kita. Tatkala kita
mulai berjalan bersama Yesus, dengan mudah kita dapat menyingkirkan
sebagian besar dosa yang memberatkan kita. Kita memberi
kesaksian-kesaksian yang dramatis saat kita terbebas dari
perilaku-perilaku dosa yang nikmat untuk dilakukan.Namun beberapa
saat kemudian, kita mendapati bahwa dosa-dosa "kecil" seperti rasa
cemburu, kebencian, dan kemarahan tidak dapat disingkirkan semudah
dosa-dosa "besar" tadi. Sebagian dari kita begitu berputus asa
sehingga lupa pada komitmen kita kepada Kristus dan kembali pada
kebiasaan hidup yang lama.
Ketika berbicara mengenai perlunya pengorbanan dalam mengikut Dia
(Lukas 14:25-35), Yesus ingin agar orang-orang yang mendengarkan-Nya
menyadari bahwa dengan mempercayai dan mengikut Dia, mereka bukan
memulai sesuatu yang menyenangkan, melainkan sesuatu yang sulit.
Jadi, saat berbicara tentang penurunan berat badan ataupun kepenuhan
rohani, kita menerima pesan yang sama, yakni: yang terpenting bukan
bagaimana kita memulainya, tetapi bagaimana kita menyelesaikannya-JAL
KETEKUNAN AKAN MEMBEDAKAN ANTARA KEGAGALAN DAN KESUKSESAN
|