Bacaan : Mazmur 34:5-8
Dalam dunia yang materialistis seperti dunia kita ini, kita
cenderung berkesimpulan bahwa hal-hal yang nyata adalah hal-hal yang
dapat kita kenal melalui pancaindera. "Memang ada hal-hal nyata yang
tidak dapat kita lihat, yakni hal-hal yang ada di belakang kita,
jauh dari kita, atau yang ada dalam kegelapan," kata C.S. Lewis.
Namun ada dunia nyata lain, yang sama nyatanya dengan hal-hal yang
bisa kita lihat, dengar, sentuh, rasa, atau cium di dunia ini. Dunia
itu ada di dekat kita--bukan di suatu tempat yang belum diketahui,
melainkan "di sini." Dalam dunia itu ada banyak pasukan malaikat
yang menolong kita, yang tidak dapat dilihat oleh dunia (Ibrani
1:14). Pemazmur Daud menyebut mereka kekuatan dari beribu-ribu
kereta (Mazmur 68:18). Kita memang tidak dapat melihat Allah ataupun
para malaikat-Nya dengan mata jasmani kita. Namun mereka ada,
walaupun mungkin kita tidak dapat melihat mereka. Saya percaya
mereka ada di berbagai tempat di dunia ini.
Iman adalah sarana untuk dapat "melihat" dunia yang tidak kelihatan
itu. Inilah fungsi iman kita yang sebenarnya. Dengan iman kita
melihat dunia rohani, sedangkan dengan pancaindera kita mengenal
dunia jasmani yang kasatmata. Penulis kitab Ibrani mengatakan bahwa
iman adalah "bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat"
(Ibrani 11:1). Dengan iman kita menyadari adanya dunia rohani
sehingga kita dapat belajar untuk bersandar kepada pertolongan
Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya, tujuan kita pun sama
seperti yang pernah diungkapkan George MacDonald, yakni untuk
"membuka mata" agar dapat melihat yang tidak terlihat -DHR
IMAN MELIHAT SEGALA SESUATU
YANG TIDAK TERLIHAT OLEH MATA JASMANI KITA
|