Bacaan : Roma 8:26-34
Dengan penuh minat saya menonton pertandingan yang diikuti cucu
laki-laki saya, Peter. Ia sudah dua tahun mengenal permainan T-Ball.
T-Ball adalah permainan yang mengenalkan bisbol pada anak usia 6
tahun. Dalam permainan tersebut, bola ditaruh di atas sebuah tonggak
karet lalu dipukul. Biasanya anak-anak mengayunkan tongkat pemukul
dengan sekuat tenaga, berharap dapat melakukan home run [pukulan
yang sangat bagus sehingga si pemukul dapat langsung kembali ke
posnya], namun yang sering terjadi pukulan mereka justru tidak
mengenai bolanya.
Itulah yang terjadi pada cucu laki-laki saya, dan ia tampak begitu
kesal dengan dirinya. Pelatihnya ingin memberinya semangat, dan
berteriak: "Pukulan bagus Peter!" Pukulan cucu laki-laki saya memang
buruk, namun sang pelatih tetap menyebutnya "bagus."
Hal tersebut mengingatkan saya pada kegagalan-kegagalan kita sebagai
orang percaya dalam Kristus. Allah tidak pernah mengatakan dosa kita
baik, tetapi Dia tidak menganggap bahwa kegagalan kita adalah akhir
segalanya. Dengan kasih karunia-Nya, Dia mendatangkan kebaikan dari
kekalahan kita yang terbesar. Dalam Roma 8:28 tertulis bahwa Allah
turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi
mereka yang mengasihi Dia. Inilah misteri yang memberi pengharapan!
Jika Anda mengasihi Allah dan ingin menyenangkan-Nya, jangan
menyerah atau patah semangat. Mintalah pengampunan dan kekuatan
dari-Nya untuk mengatasi kelemahan Anda. Percayalah kepada-Nya.
Biarkan Dia mendatangkan "kebaikan" dari kegagalan Anda -DJD
KEGAGALAN BUKANLAH AKHIR
BAGI MEREKA YANG MENJALIN HUBUNGAN DENGAN ALLAH
|