Bacaan : Mazmur 88
Seorang pengarang bernama Samuel Johnson, yang hidup pada abad
ke-18, dikenal karena kecerdasan, kepekaan, dan pengetahuannya yang
sangat luas. Namun ia mengalami kesepian yang membuatnya depresi.
Oleh karenanya, ia sering mengajak orang miskin dan para tunawisma
ke rumahnya supaya ia selalu dikelilingi manusia. Ia juga mengaku
sangat takut pada kematian.
Bagaimanapun juga, dalam sebuah artikel di Encyclopedia Britannica
tertulis tentang "semangat hidup Johnson." Artikel ini memandang
Johnson sebagai seorang "moralis Kristen" yang sangat meyakini
realitas dosa dan penebusan yang dikaruniakan melalui iman dalam
Yesus Kristus. Selain itu, di sana juga dikatakan bahwa "imannya
telah menang," karena ketika mengetahui bahwa dirinya di ambang
kematian "ia menolak untuk minum obat penenang karena ia telah
berdoa dan akan menyerahkan jiwanya kepada Allah tanpa ragu."
Artikel tersebut menyimpulkan, "Jarang sekali ada manusia yang
meninggalkan teladan yang sangat baik seperti Samuel Johnson."
Saya mengenal banyak orang percaya yang demikian. Sebagian besar
orang Kristen mengalami siklus sukacita dan kesedihan yang terus
berulang. Tatkala putus asa, mereka mengutip ayat-ayat Alkitab.
Namun terkadang mereka hanya mendapat sedikit penghiburan, karena
mereka telah mengenal ayat-ayat tersebut. Hanya, mereka tetap setia
hidup bagi Allah dan berdoa, sehingga iman mereka pun menang. "Damai
sejahtera Allah" memenuhi hati mereka (Filipi 4:7). Ini merupakan
kabar baik bagi kita semua, terutama bagi mereka yang sedang
mengalami keraguan dan keputusasaan --HVL
TATKALA HIDUP DISELIMUTI OLEH MENDUNG KEPEDIHAN
LIHATLAH TERANG KASIH ALLAH
|