Bacaan : Yohanes 19:25-30
Ketika Yesus memandang ibu-Nya dari atas salib, Dia merasa sangat
kasihan. Dia tahu penderitaan yang dirasakan ibu-Nya lebih besar
dari semua orang lain yang ada di sana, sebab itu Yesus memberinya
perhatian khusus.
Kepedihan yang dirasakan para orangtua ketika melihat putra atau
putri mereka sengsara dan meninggal sungguh tak terlukiskan. Saya
telah melihat hal ini berulang kali ketika melayani para orangtua
yang berduka karena anaknya menderita atau meninggal. Saya turut
merasakan penderitaan mereka, namun tentu tidak sebanding dengan
kepedihan yang akan saya alami bila yang menderita atau meninggal
itu adalah putra, putri, atau cucu saya sendiri.
Hal ini kadang kala mengusik pikiran saya. Walaupun saya ingin
menjadi orang yang benar-benar memperhatikan orang lain, dan ingin
"menangis dengan mereka yang menangis," saya sadar bahwa saya tidak
dapat berduka sedalam yang dirasakan anggota keluarga yang sedang
berduka. Namun meski saya bukan anggota keluarga tersebut, tidak ada
alasan bagi saya untuk tidak memberi perhatian kepada mereka.
Allah ingin kita turut menyelami dukacita orang lain (Roma 12:15).
Kita tidak boleh acuh tak acuh terhadap penderitaan mereka,
sebaliknya kita harus ikut menguatkan mereka dengan doa, kata-kata
yang menghibur, dan tindakan-tindakan yang penuh kasih.
Bersyukurlah kepada Allah yang telah mengaruniakan kepada kita
ikatan kekeluargaan dalam Kristus. Tidak aneh bila kita merasa
sangat kehilangan tatkala seseorang yang dekat dengan kita
meninggal. Namun kita juga harus berusaha untuk turut merasakan
penderitaan orang lain yang sedang berduka -HVL
SIMPATI BERARTI DUA HATI MENANGGUNG SATU BEBAN
|