Bacaan : Kolose 2:20-3:11
Christa McAuliffe adalah salah seorang dari antara ketujuh astronot
yang tewas dalam kecelakaan pesawat Challenger yang meledak pada
tanggal 28 Januari 1986. Dari banyak pelamar yang ada, ia terpilih
untuk menjadi guru pertama yang pergi ke luar angkasa. Komitmennya
terhadap dunia pendidikan dan program luar angkasa itu menarik
perhatian banyak orang di dunia pendidikan. Pada peringatan
peristiwa tersebut, seorang guru berkata, "Ketika Christa memasuki
pesawat, kami ada bersamanya. Dan ketika ia tewas, sebagian dari
diri kami pun ikut 'mati' bersamanya."
Komentar untuk Christa ini mengingatkan saya akan sebuah
identifikasi yang jauh lebih penting, yakni kesatuan rohani dari
para pengikut Kristus dengan Kristus sendiri. Karena kedekatan
hubungan kita dengan-Nya, kita pun dapat berkata, "Ketika Dia
disalibkan, kami ada di sana bersama-Nya. Ketika Dia mati, kami pun
ikut mati bersamanya!" Rasul Paulus mengatakan bahwa kita telah mati
bersama Kristus (Kolose 2:20; 3:3) tetapi kita juga telah
dibangkitkan bersama Dia (3:1). Oleh karena itu, di dalam Kristus
Yesus kita semua diterima dan diampuni oleh Allah (Efesus 1:6-7).
Yang perlu diperhatikan sekarang adalah: adakah hidup kita
menunjukkan bahwa kita sungguh-sungguh percaya kalau kita bersatu
dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya? Pengakuan iman
kita harus lebih dalam daripada pernyataan teman guru tadi.
Pernyataan tersebut harus memperlihatkan bahwa kita telah membuang
hidup lama kita yang penuh dosa dan memusatkan perhatian pada
hal-hal yang di atas-MRD II
KRISTUS RELA MATI BAGI KITA UNTUK MENUNJUKKAN KASIH-NYA,
KITA HARUS HIDUP BAGI DIA UNTUK MENUNJUKKAN KASIH KITA!
|