Bacaan : Efesus 4:25-5:2
Hidup dalam kasih berarti melakukan kebaikan-kebaikan kecil secara
terus-menerus, sehingga hidup kita menjadi lebih berarti dan lebih
bermanfaat bagi orang lain.
Sebuah cara praktis untuk mengungkapkan kasih kita sebenarnya hanya
seharga perangko, kertas surat, tinta, dan sedikit perhatian.
Kita semua pernah merasakan dorongan untuk menulis surat--yang tanpa
disadari--dapat mencerahkan hidup orang lain. Surat itu dapat
mengungkapkan penghargaan, kepedulian, atau pujian atas tugas yang
berhasil dikerjakan seseorang. Namun sering kali surat tersebut
tidak sempat ditulis sehingga perasaan-perasaan itu tidak
terungkapkan. Kemudian kita meyakinkan diri bahwa kita tidak punya
waktu untuk itu atau berdalih bahwa surat kita tidak akan ada
artinya.
Seorang pendeta muda terhibur dengan surat yang diterimanya dari
seorang jemaat, yakni seorang arsitek yang sangat sibuk. Surat
tersebut hanya berbunyi "Khotbah Anda telah menggugah hati saya hari
Minggu yang lalu, saat saya berada dalam kebimbangan dan terluka.
Terima kasih atas khotbah Anda!" Kata-kata tersebut telah menyentuh
hati sang pendeta yang sedang putus asa dan sedih, dan menguatkannya
untuk tetap meneruskan pelayanan. Padahal hanya dibutuhkan waktu
kurang dari 5 menit untuk menuliskan surat tersebut.
Adakah seseorang yang mungkin membutuhkan penguatan, ucapan terima
kasih, atau sekadar surat yang mengingatkannya bahwa Anda
mendoakannya? Mulailah hidup dalam kasih meski hanya melalui sepucuk
surat -HWR
KEBAIKAN KECIL SEKALIPUN DAPAT MEMBUAHKAN HASIL YANG BESAR
|