Bacaan : Lukas 6:27-38
Orang yang dapat mengasihi musuh adalah orang yang revolusioner.
Seorang mahasiswa yang baru saja lulus, bernama Jack, merupakan
salah satu contoh orang yang revolusioner, kendati sebelumnya ia
tidak ingin melakukannya.
Suatu musim panas, ia memohon agar Allah memberinya kesempatan untuk
melayani. Ia menghubungi beberapa organisasi, tetapi tak satu pun
membuka lowongan kerja. Karena itu, ia menerima pekerjaan yang ada,
yakni sebagai sopir bus di Chicago. Setiap hari segerombolan anak
jalanan menumpang busnya tanpa bayar, bahkan mereka mengancamnya.
Suatu kali mereka menyeretnya keluar dari bus dan memukulinya hingga
pingsan. Di rumah sakit Jack merasa sangat marah terhadap mereka dan
terhadap Allah. "Ya Tuhan," keluhnya, "saya berdoa supaya bisa
melayani Engkau, tetapi Engkau justru memberi pekerjaan yang
menjengkelkan serta luka dan pukulan seperti ini."
Jack mengajukan tuntutan sehingga para anggota geng itu ditangkap,
diadili, dan dinyatakan bersalah. Namun selama pengadilan
berlangsung, Allah mengubah kebencian Jack menjadi rasa belas
kasihan. Ketika keputusan dibacakan, Jack meminta agar ia dapat
menggantikan mereka menanggung hukuman di penjara. Dengan terkejut
sang hakim berkata, "Tidak ada putusan hukum seperti itu!" "Ada,"
sahut Jack sambil menjelaskan bahwa Kristus mati di atas kayu salib
untuk menggantikan orang berdosa. Permintaan Jack tetap ditolak,
tetapi selanjutnya ia setia mengunjungi anak-anak muda itu di
penjara hingga sebagian besar dari mereka mengenal Kristus.
Bila kita dapat mengasihi sesama seperti itu, berarti kita sudah
bertindak revolusioner! -JEY
MENGASIHI TEMAN ADALAH HAL BIASA
MENGASIHI MUSUH BERARTI SERUPA DENGAN KRISTUS
|