Bacaan : Yakobus 3:1-12
Penerbit kamus Merriam-Webster baru-baru ini mendapat
serangan kritik. Menurut direktur perusahaan, John M. Morse, para
pemrotes menuntut agar sebuah kata dalam kamus tersebut
dihilangkan saja karena maknanya bernada menghina dan tidak
sopan. Morse menjelaskan bahwa penerbit kamus itu tidak
menciptakan kata-kata atau menentukan sendiri makna dari
kata-kata tersebut. Sebuah kamus hanya mendaftar dan
mendefinisikan kata-kata yang terdapat dalam bahasa kita saja.
Masyarakatlah yang menciptakan dan merombak kata-kata itu.
Dalam kesimpulannya Morse mengusulkan bahwa daripada
memprotes pemberian makna dalam kamus, "Anda dapat memilih
kata-kata Anda sendiri dengan bertanggung jawab, lalu apabila
kata-kat tersebut digunakan secara berbeda oleh orang-orang di
sekitar kita, oleh orang-orang yang berpengaruh di berbagai
media, di perusahaan hiburan, dan di mana saja, ajukanlah protes
kepada mereka semua." Nasihat yang bagus!
Kata-kata sangat penting bagi Allah. Yesus berkata bahwa
Allah akan menghakimi kita untuk "setiap kata sia-sia" yang kita
ucapkan (Matius 12:36). Dan dalam kitab Yakobus, 15 dari 108 ayat
yang ada berbicara tentang lidah dan kata-kata yang kita ucapkan.
Kita sedang berada di tengah perang kata-kata. Jagalah
perbendaharaan bahasa kita dari segala istilah yang menyinggung
atau menyakiti orang lain. Ingatlah, jika Allah menanggapi
kata-kata kita dengan serius, maka seharusnya kita pun demikian.
Ini adalah peperangan yang patut kita ikuti --DJD
Lord, guard our tongues so what we say
Won\'t hurt and carelessly offend;
Give us the gracious speech of love,
With words that soothe and heal and mend. --Sper
SEPATAH KATA YANG TEPAT DAPAT MENYAMPAIKAN MAKNA YANG DALAM
|