Bacaan : Yeremia 12
Bobby merasa sangat kecewa. Ia baru saja dikeluarkan dari
tim basket sekolah. Yang lebih buruk lagi, ayahnya mengetahui
bahwa ia mencuri beberapa barang dari sebuah toko.
Ketika ayahnya berbicara dengan Bobby, ia membiarkan anaknya
menjelaskan apa yang terjadi di sekolah dan di toko. Sang ayah
dengan lembut berkata bahwa Allah dapat menggunakan
kekecewaan-kekecewaan pada awalnya, seperti dikeluarkan dari tim,
untuk mempersiapkan kita dalam menghadapi hal-hal yang lebih
besar, yang pasti akan muncul kemudian.
Lalu dengan sungguh-sungguh ia berkata kepada anaknya bahwa
ia tidak akan mentolerir pencurian barang di toko. Dengan cepat
Bobby berjanji bahwa ia tak akan pernah mencuri lagi. Sekalipun
merasa kasihan, sang ayah tetap meminta agar Bobby menanggung
akibat dari perbuatannya, yaitu dengan mengembalikan barang
curiannya kepada si pemilik toko dan mengakui perbuatannya.
Allah juga bersikap lembut terhadap anak-anak-Nya, lembut
tetapi tanpa mengorbankan kebenaran. Dia berkata kepada Nabi
Yeremia yang sedang kecewa bahwa dengan belajar menghadapi
masalah-masalah kecil ia akan mampu mengerjakan hal-hal yang
besar di kemudian hari (Yeremia 12:5). Meski Allah membiarkan
bangsa yang suka memberontak itu menghadapi akibat dari dosa-dosa
mereka, tetapi Dia memperlihatkan kelembutan hati-Nya dengan
menyebut mereka "buah hati-Ku" (ayat 7).
Saat kita menghadapi berbagai kesulitan ataupun akibat dari
dosa-dosa kita sendiri, Allah tetap menunjukkan kepada kita
kebenaran dan kelembutan --HVL
What tenderness the Father shows
To sinners in their pain!
He grants to them His strength to bear
The hurt that brings them gain. --DJD
KASIH ALLAH ITU TEGAS TETAPI LEMBUT
|