Bacaan : Kolose 3:22-4:1
Allah ingin agar kita mengembangkan dengan baik
talenta-talenta yang Dia berikan. Adalah kehendak-Nya bila
seorang murid harus menulis makalah akhir tahun ajarannya atau
bila seorang arsitek merancang sebuah bangunan pencakar langit
yang menjulang. Namun seiring dengan bergulirnya sejarah, kita
juga menyadari bahwa pada akhirnya karya terbesar manusia akan
menjadi debu dan abu.
Bahkan prestasi-prestasi terbesar yang pernah kita capai
akan menjadi seperti istana pasir yang dibuat anak-anak di tepi
pantai, yang dengan cepat hanyut tersapu oleh air. J.M. Thornburn
menulis, "Anda akan memperoleh kebahagiaan yang mendalam dan
sejati dalam hidup ini bila Anda dapat memamerkan prestasi Anda
kepada orang lain. Tetapi akan lebih memuaskan lagi bila Anda
berhasil membuat orang lain mengagumi prestasi Anda."
Meski kedengarannya sinis, itulah pandangan yang nyata dari
hidup kita, jika kita tidak mempunyai kepercayaan terhadap dunia
yang akan datang. Namun pandangan hidup kita seketika akan
berubah jika kita menempatkan Allah sebagai teladan dan
memikirkan kekekalan yang terbentang tiada batas. Jika kita
dimotivasi oleh kasih Allah, ketaatan pada Firman-Nya, dan hasrat
yang membara untuk memuliakan Bapa surgawi (Kolose 3:22-23), maka
segala pekerjaan kita akan memperoleh nilai yang kekal dan kita
akan menerima upah dari Allah (1Korintus 3:14; 9:24-25).
Pekerjaan yang dilakukan untuk memuliakan Tuhan akan
menyenangkan Dia dan membawa berkat bagi kita. Ingat, dasar
motivasi kitalah yang menentukan segalanya --VCG
All service rendered to the Lord
Is sure to gain His rich reward,
And if we work with motives pure
Our weakest efforts will endure. --DJD
DASAR MOTIVASI YANG TERDALAM UNTUK MENAATI ALLAH
ADALAH HASRAT UNTUK MENYENANGKAN HATI-NYA
|