Bacaan : Lukas 22:39-53
Cerita berikut dikisahkan oleh A.W. Tozer: "Seorang pria
yang sederhana ditanyai bagaimana ia dapat hidup damai sekalipun
dikelilingi oleh keadaan-keadaan yang merugikan. Jawabannya
sangat sederhana: \'Saya telah belajar bekerja sama dengan hal-hal
yang tak terelakkan!\'"
Sangat sedikit dari kita yang mempraktekkan cara hidup yang
bijaksana dan praktis ini. Tozer berkomentar bahwa banyak dari
kita seringkali memberontak dan mengeluh tentang keadaan yang
terjadi dalam hidup ini sekalipun kita mengaku "bahwa kita harus
tunduk kepada kehendak Allah."
Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita menyaksikan reaksi
Petrus ketika melihat pengkhianatan yang dilakukan terhadap Tuhan
yang dicintainya. Dengan menuruti kata hatinya, ia menebas
telinga dari hamba Imam Besar (Lukas 22:50; Yohanes 18:10-11).
Namun Yesus marah melihat usaha Petrus dalam melindungi-Nya itu
dan berkata, "Sudahlah itu" (Lukas 22:51). Lalu Dia
mengembalikan telinga itu dengan sebuah jamahan yang
menyembuhkan.
Dalam kehidupan kita, ada masalah-masalah yang tak kunjung
berakhir. Namun masalah yang Allah izinkan datang kepada kita
juga dipakai-Nya demi kebaikan kita. Pertanyaannya adalah,
akankah kita mengizinkan apa yang Allah izinkan? Terlalu sering
kita berdoa, "Tuhan, keluarkan saya dari kemelut ini." Namun
Tuhan mungkin akan berkata, "Biarkan Aku masuk dalam kemelut itu.
Izinkan Aku untuk mengubahmu, tanpa perlu mengubah
masalah-masalah yang menimpamu." Itulah mukjizat yang paling luar
biasa --JEY
May we learn the blessed secret
Of delighting in Your will,
Welcoming whate\'er You send us,
Joy or sorrow, good or ill. --Anon
KEDAMAIAN HANYA DAPAT DITEMUKAN KETIKA KITA BERSERAH
KEPADA KEHENDAK ALLAH
|