Bacaan : Amsal 8:1-14
Saya menjadi salah seorang pembicara pada sebuah retret
keluarga di Kanada. Pada suatu sore ketika saya bersama istri
mengunjungi sepasang suami istri yang memimpin pelayanan
anak-anak, tiba-tiba putra remaja mereka memasuki ruangan dan
duduk. Di tengah percakapan tersebut anak itu bertanya kepada
saya, "Apakah Anda juga salah satu orang penting di sini?"
Untuk sesaat saya tak dapat berkata apa-apa. Anak-anak muda
cenderung tidak suka basa-basi dan langsung menuju pokok
persoalan. "Yah," saya menjawab, "Sebagian orang di sini mungkin
berpikir demikian, tetapi kamu dan saya tahu yang sebenarnya."
Allah tidak mempunyai orang-orang penting. Namun "dunia
kekristenan" telah menciptakan sendiri orang-orang penting itu
dan banyak orang memuji para pembicara dan musisi bernama besar.
Sebagian orang di ladang pelayanan mulai mempercayai sanjungan
yang berlebihan tentang mereka dan merasa diri mereka lebih
daripada yang lain. Namun, ketika keangkuhan hadir, maka rasa
malu dan cemooh pasti akan mengikuti (Amsal 11:2). Sebaliknya,
orang-orang yang rendah hati akan menerima pujian (29:23).
Orang-orang yang benar-benar menyadari kebesaran Allah membenci
segala bentuk keangkuhan dalam diri mereka (8:13).
Sudah sepantasnya kita menunjukkan pujian dan hormat kepada
hamba Allah, tetapi adalah kurang bijaksana jika kita menyebut
diri kita atau orang lain sebagai "orang-orang penting milik
Allah."
Tuhan, tolonglah kami untuk membenci keangkuhan yang berdosa
sebagaimana Engkau juga membencinya --DJD
Use us, Lord, and make us humble,
Rescue us from foolish pride;
And when we begin to stumble,
Turn our thoughts to Christ who died. --Sper
TATKALA KEANGKUHAN MELIPUTI DIRI KITA
TIADA TEMPAT BAGI KEBIJAKSANAAN
|