Bacaan : 1Petrus 3:8-17
Saat berkunjung ke Rusia Timur Jauh, saya bercakap-cakap
dengan teman saya, Lena, yang tak mudah saya lupakan. Ia adalah
murid yang sangat pandai dan bekerja di sebuah stasiun radio
Kristen di Magadan. Sejak menjadi orang percaya dalam Kristus
pada tahun 1994, ia telah mengalami pertumbuhan rohani yang
mengagumkan.
Seperti kebanyakan orang Rusia, Lena tetap berpengharapan,
meski ia bersikap realistis terhadap hal-hal yang dapat terjadi
di negaranya yang sedang terus berubah. Saat kami berbicara
tentang masa depan negaranya, ia menatap saya dan berkata terus
terang, "Saya sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi
penganiayaan."
Dalam diri saya muncul dua reaksi saat ia berkata demikian.
Pertama, saya menggigil ketika mencocokkan apa yang saya ketahui
tentang sejarah politik Rusia dengan pandangan realistis dari
orang yang baru percaya ini. Kedua, saya terdorong untuk
berefleksi dengan serius ke dalam hati saya. Saya sadar bahwa
saya belum mempersiapkan diri untuk menderita bagi Kristus.
Bahkan pikiran semacam itu belum pernah terlintas dalam benak
saya.
Dalam 1Petrus 3, Rasul Petrus ingin mempersiapkan orang
Kristen dalam menghadapi ancaman aniaya yang menghadang mereka
setiap hari. Ia memerintahkan agar mereka menjalani kehidupan
yang ditandai dengan kasih dan menjauhi yang jahat (ayat 8-12).
Jika aniaya tetap datang, Petrus sadar bahwa lebih baik
"menderita karena berbuat baik...daripada menderita karena
berbuat jahat" (ayat 17).
Sudahkah saya siap menderita karena berbuat baik? Bagaimana
dengan Anda? --DCE
PRAYER
O Lord, we pray for believers all around the world who are
suffering for their faith in You. May we too have the faith
and courage to do Your will no matter what. Amen
APAKAH ANDA LAYAK MATI DEMI APA YANG ANDA HIDUPI SEKARANG INI?
|