Bacaan : Mazmur 38
Kita membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah
reputasi, dan hanya membutuhkan ketidakbijaksanaan sesaat saja
untuk menghancurkannya.
Saya berpikir mengenai hal ini ketika teringat pada seorang
teman kuliah yang tak pernah terlibat masalah atau menimbulkan
kesulitan. Namun suatu hari, sedikit saja ia berbuat jahil, yakni
melempar sebatang korek api ke dalam keranjang sampah hingga
terjadi kebakaran yang menghanguskan sebagian asrama kami,
reputasinya pun tercoreng parah. Sejak itu, apa pun yang
dilakukannya, namanya selalu dikaitkan dengan tindakan sembrono
tersebut.
Sering kita berpikir bahwa orang muda harus sangat
berhati-hati dengan reputasi mereka, dan memang mereka perlu
menjaga nama baik mereka. Namun orang dewasa juga dapat merusak
nama baik mereka hanya dengan satu pilihan yang salah.
Renungkan tentang Daud, yang selama bertahun-tahun
menanggung noda dosa karena perselingkuhannya dengan Batsyeba.
Meski ia diampuni, namun reputasinya telah ternoda. Kita tidak
mengetahui kejadian rinci yang melatarbelakangi penulisan Mazmur
38, tetapi pasal tersebut menggambarkan penderitaan Daud akibat
dosanya. Untuk menghindari penderitaan semacam itu, Kitab Suci
memberitahu agar kita menjaga hati (Amsal 4:23), agar hidup
dengan bijaksana (Efesus 5:15), dan agar kita mengikuti teladan
Yesus (1Petrus 2:21).
Hanya dibutuhkan waktu sesaat untuk menghancurkan nama baik
dan kesaksian Anda bagi Allah. Jangan biarkan hal itu terjadi
pada Anda --JDB
THINKING IT OVER
Why do we think we can get away with sin?
What happened to David? (Ps.38:2-12). How did he react
to his sin? (v.18). To whom did he trun? (vv.21-22).
DENGAN MENJAGA KARAKTER KITA
MAKA REPUTASI KITA AKAN TERJAGA DENGAN SENDIRINYA --Moody
|