Bacaan : Amsal 24:30-34
Pada akhir tahun 1960-an, saya menyaksikan sebuah serangan
yang direncanakan dengan matang. Saya ingat bagaimana
pesawat-pesawat beroperasi secara sistematis di langit Florida
untuk menyapu bersih musuh. Namun dalam kasus ini musuhnya bukan
manusia, melainkan semut api--makhluk kecil yang menimbulkan
masalah besar. Pesawat-pesawat tersebut menyemprotkan pestisida
untuk membasmi semut-semut yang menyerbu daerah Selatan.
Sebagaimana diperlukan usaha keras untuk membasmi semut api
yang kecil itu, demikian pula kita harus secara serius mengusir
apa yang tampak sebagai masalah kecil, yaitu kemalasan. Penulis
kitab Amsal berbicara tentang akibat yang menyedihkan dari "tidur
sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar
lagi untuk tinggal berbaring" (Amsal 24:33).
Setiap orang yang cenderung bermalas-malasan harus tahu
bahwa diperlukan usaha keras untuk mengatasi kemalasan. Jika kita
tidak melawannya, kemiskinan (rohani dan jasmani) akan datang
"seperti seorang penyerbu" (ayat 34).
Jadi apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemalasan?
Anda dapat memulainya dengan mengevaluasi bagaimana Anda
menggunakan waktu. Jika ternyata Anda telah menyia-nyiakan waktu,
maka Anda perlu mengembangkan sebuah strategi untuk menangani
masalah tersebut. Atasilah masalah-masalah kecil itu sekarang.
Lakukanlah dengan rajin sehingga masalah-masalah tersebut tidak
berubah menjadi masalah besar. Anda akan melihat bahwa jauh
betapa lebih baik bila Anda melakukan sesuatu daripada
tidur-tiduran saja --MRDII
Don\'t put off until tomorrow
What you can achieve today;
Working hard until you\'re finished
Will keep poverty away. --Sper
SEMAKIN SEDIKIT YANG KITA KERJAKAN HARI INI
SEMAKIN BANYAK YANG HARUS KITA KERJAKAN BESOK
|