Bacaan : Kejadian 2:15-25
Di sebuah sistem penjara di Amerika Serikat, 25.000 orang tahanan
yang paling berbahaya dikurung tersendiri di dalam sel-sel beton yang
kecil. Bisa dikatakan orang-orang itu tidak memiliki hubungan dengan
dunia luar. Seorang tahanan di Penjara Negara Oregon mengatakan bahwa
bagian yang paling sulit dari isolasi seperti itu adalah "tidak dapat
melihat seseorang muka dengan muka ... untuk berkomunikasi, untuk
menyentuh, untuk memeluk, untuk merasa dikasihi, untuk merasa sebagai
manusia". Kata-kata orang ini seakan-akan berteriak, "Saya merasa
kesepian! Seharusnya tidak begini keadaannya."
Penulis kitab Kejadian tentu akan menyetujui hal tersebut. Setelah
Allah menciptakan manusia, Dia mengakui bahwa Adam kesepian, dan
berkata, "Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan
menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Pada intinya,
Allah berkata bahwa manusia membutuhkan orang lain sehingga ia dapat
menjadi manusia yang utuh. Meskipun lingkungan yang paling dekat
dengan kita ialah pertemanan, dalam konteks yang lebih luas Allah
mengatakan kepada kita bahwa menjadi seorang manusia yang utuh
berarti menikmati hubungan dengan orang-orang lainnya.
Apa pun penyebab kesepian -- dosa, kehilangan, rasa malu, sakit,
depresi -- Allah berkata bahwa hal ini "tidak baik". Dia menciptakan
kita untuk berhubungan erat dengan orang lain (Pengkhotbah 4:9-12)
dan dengan-Nya (Wahyu 21:3). Ulurkanlah tangan dan kembangkanlah
persahabatan yang diperlukan itu -- demi Anda sendiri dan demi mereka
-- MLW
PERSAHABATAN DAPAT MEMBANTU MENGHALAU KESEPIAN
|