Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > APAKAH KITA MENJUAL HABIS?
< Desember
2007
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Sabtu, 8 Desember 2007

Bacaan Setahun : Daniel 8-10; 3Yohanes 1
Nats : Jagalah supaya jangan ada seorang pun .... Janganlah ada orang yang ... mempunyai nafsu rendah seperti Esau yang menjual hak kesulungannya demi sepiring makanan (Ibrani 12:15,16)

APAKAH KITA MENJUAL HABIS?

Bacaan : Ibrani 12:12-17

Apakah kita "menjual habis" seperti yang dilakukan oleh Esau? (Ibrani 12:16). Apakah godaan kekayaan, kekuasaan, gengsi, kedudukan, keamanan, gaya, atau pengakuan dan pujian dari orang lain membuat kita menukarkan kekayaan Allah dengan sepiring makanan?

Esau berusaha mengubah pikiran ayahnya dan memperoleh warisan yang telah direnggut darinya karena ia meremehkan hak kesulungannya, tetapi ia tidak bisa lagi memperbaiki keadaan yang telah dirusaknya. Ia harus hidup dengan keputusan yang diambilnya. Kita juga tidak dapat memutar waktu dan memperbaiki kesalahan yang kita lakukan kepada diri kita sendiri atau kepada orang lain.

Meskipun masa lalu tidak dapat diulang kembali, ada hari baru di hadapan kita, yang dipenuhi berbagai kesempatan dan harapan baru. Allah tidak akan mengubah masa lalu kita, tetapi bila kita bertobat, Dia dapat dan bersedia mengampuni kita serta menaruh kita di jalan yang baru.

Tuhan dapat memberi kita berbagai kesempatan untuk menunjukkan betapa kita sungguh-sunguh menyesali keputusan masa lampau, dan betapa kita ingin melayani-Nya dalam berbagai keputusan kita di hari-hari mendatang. Dia tidak akan pernah mengungkit perbuatan-perbuatan kita yang mempermalukan orang lain dan kita sendiri; perbuatan-perbuatan itu sudah diampuni dan dilupakan untuk selama-lamanya.

Allah akan memberi kita tempat untuk memulai lagi -- untuk mengasihi, melayani, menyentuh orang lain secara mendalam dan kekal bagi-Nya. Ini menunjukkan kebesaran kasih pengampunan Bapa di surga bagi kita -- DHR

PENGAMPUNAN ALLAH ADALAH PINTU
MENUJU AWAL YANG BARU
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini