Bacaan : Lukas 2:25-35
Sebuah kutipan dalam pedoman kebaktian Adven gereja kami membuat saya
berpikir ulang tentang pendekatan saya terhadap Natal:
"Marilah kita dengan sekuat tenaga menghindari godaan untuk
menjadikan ibadah Natal kita sebagai sarana menarik diri dari tekanan
dan dukacita kehidupan guna memasuki keindahan yang barangkali
berbeda dengan pikiran kita. Kristus datang ke dunia nyata, ke kota
di mana tak ada tempat bagi-Nya, dan ke negeri di mana Herodes,
pembunuh orang-orang tak berdosa, menjadi raja.
"Dia datang kepada kita, bukan untuk melindungi kita dari kekejaman
dunia, melainkan untuk memberikan kepada kita keberanian dan kekuatan
untuk menanggungnya. Bukan untuk, dengan ajaib, merenggut kita dari
konflik kehidupan sehari-hari, melainkan untuk memberi kita rasa
damai -- damai-Nya -- di dalam hati kita. Dengan demikian, kita dapat
tetap tenang dan tabah pada saat konflik sedang merajalela, dan kita
dapat membawa kesembuhan, yaitu kedamaian, bagi dunia yang tercabik."
Ketika Maria dan Yusuf menyerahkan bayi Yesus kepada Tuhan, Simeon
berkata kepada mereka: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk
menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk
menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan --, dan suatu pedang
akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati
banyak orang" (Lukas 2:34,35).
Natal bukan dimaksudkan untuk menjauhkan kita dari kenyataan hidup,
melainkan untuk masuk ke dalamnya bersama Sang Raja Damai --DCM
YESUS DATANG UNTUK MEMBERI CAHAYA
BAGI DUNIA YANG GELAP
|