Bacaan : Yesaya 53:1-6
Saat ini, semakin banyak gereja yang setiap tahun menyelenggarakan
kebaktian-kebaktian Natal Kelabu bagi orang-orang yang menghadapi
kedukaan dan kehilangan. Musim liburan yang menekankan kebahagiaan
dan kegembiraan acap kali membuat orang-orang yang sedang mengalami
kekecewaan merasa lebih sedih.
Artikel di Associated Press mengutip seorang pendeta yang melukiskan
kebaktian Natal Kelabu sebagai "kesempatan bagi orang-orang untuk
datang dan berada di dalam hadirat Allah serta mengakui dukacita,
keputusasaan, dan kesepian mereka, lalu menyerahkannya kepada Allah."
Seorang peserta menambahkan, "Itu adalah tempat yang baik untuk
menangis dan tidak seorang pun akan merasa keberatan."
Selama masa Natal, kita sering membaca nubuatan-nubuatan Yesaya
tentang Mesias yang akan datang, yang akan lahir dari seorang perawan
(Yesaya 7:14) dan disebut "Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa
yang Kekal, Raja Damai" (9:6). Namun, mungkin kita juga perlu
memasukkan kata-kata di dalam Yesaya 53: "Ia ... seorang yang penuh
kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan.... Tetapi
sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya ... dan oleh
bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh" (ayat 3-5). Pemazmur
mengingatkan kita bahwa "[Tuhan] menyembuhkan orang-orang yang patah
hati dan membalut luka-luka mereka" (Mazmur 147:3).
Jika Anda merasa sedih pada hari Natal ini, ingatlah: Yesus datang
untuk menyelamatkan kita, menolong kita, dan menyembuhkan kita --DCM
YESUS MENYEDIAKAN OASIS ANUGERAH
DI GURUN KEDUKAAN
|