Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > DI MANA TALINYA?
< Desember
2007
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31          


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Sabtu, 22 Desember 2007

Bacaan Setahun : Mikha 6-7; Wahyu 13
Nats : Apakah yang dituntut Tuhan daripadamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? (Mikha 6:8)

DI MANA TALINYA?

Bacaan : Mikha 6:1-8

Baru-baru ini, ketika keluar untuk menikmati masakan Cina dengan teman-teman, saya memerhatikan seorang pria berjalan-jalan bersama anjingnya melewati restoran. Biasanya saya hanya melihat sekilas. Namun, pemilik anjing itu mengambil tali anjing, membentuknya seperti angka delapan, dan meletakkannya kuat-kuat di moncong anjing itu.

Teman-teman saya menjelaskan bahwa di kota mereka, membawa anjing berjalan-jalan tanpa tali merupakan pelanggaran terhadap hukum. Pemilik anjing yang pintar itu menemukan celah di dalam peraturan itu -- undang-undang tersebut tidak menyebutkan bahwa orang harus memegang talinya! Yang mengherankan bukanlah celah dalam peraturan itu, tetapi anjing yang berjalan dengan patuh di samping tuannya. Padahal ia dapat melarikan diri untuk mengejar seekor tupai di dekatnya.

Perjalanan kita bersama Allah seharusnya seperti itu. Walaupun Allah, dalam belas kasih-Nya, memberi kita kendali yang panjang dan jarang memberi kita pecutan rohani dengan menarik kendali itu keras-keras, Dia tidak senang jika harus berjuang agar kita tetap berada di jalan yang benar. Sebaliknya, Dia senang apabila kita berjalan bersama-Nya dengan hati berserah.

Ketika bangsa Israel merajuk kepada Nabi Mikha tentang bagaimana sulitnya, menurut mereka, untuk menyenangkan Allah, Allah menjawab dengan memberikan cara yang langsung dan sederhana untuk menyenangkan hati-Nya. Berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan-Nya, itu akan menyenangkan hati Allah (Mikha 6:8). Anda tahu bahwa Dia merasa senang bila Dia tidak perlu memegang kendali Anda lagi --JMS

TEMUKANLAH KEBEBASAN SEJATI
SAAT MELANGKAH DENGAN TAAT BERSAMA ALLAH
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran