Bacaan : Pengkhotbah 4:9-12
Pada tahun 2006, ketika mempromosikan film Rocky Balboa, Sylvester
Stallone mengejutkan orang-orang kristiani dengan apa yang
diungkapkannya. Ia mengatakan bahwa imannya kepada Yesus Kristus
tidak hanya memengaruhi penulisan film Rocky-nya yang pertama, tetapi
bahwa keputusannya untuk menciptakan film yang terakhir diilhami oleh
masuknya ia kembali ke dalam kekristenan. Sebagai bagian dari
perubahan itu, Stallone menyadari bahwa dulu pilihan buruk telah
menuntun hidupnya -- yaitu percaya pada kemampuan diri sendiri. Ia
berkata, "Kita memerlukan keahlian dan bimbingan orang lain."
Stallone belajar suatu hal yang mulai diakui oleh banyak orang --
kita semua membutuhkan Allah dan orang-orang lain.
Alkitab menegaskan bahwa kita membutuhkan Allah dan orang lain. Daud
telah mengungkapkan kepercayaannya kepada Allah dengan berseru dan
memohon kepada-Nya di dalam doa. "Perhatikanlah teriakku minta
tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa" (Mazmur
5:3). Dan di dalam kitab Pengkhotbah kita membaca bahwa Salomo
menganjurkan supaya kita tidak menggantungkan hidup kita sepenuhnya
kepada orang lain. Sebenarnya, ia mengatakan bahwa sikap saling
menolong dapat menguatkan kita, tetapi individualisme dan percaya
pada kemampuan diri sendiri itu berbahaya serta melemahkan. Berdua
lebih baik daripada seorang diri (4:9-12).
Allah menciptakan kita untuk hadir satu sama lain. Marilah dengan
penuh gairah kita bergantung kepada kuasa-Nya dan menerima bantuan
orang-orang lain --MLW
KITA DAPAT BERJALAN LEBIH JAUH BERSAMA-SAMA
DARIPADA JIKA PERGI SENDIRIAN
|