Bacaan : Filipi 3:12-21
Jon Krakauer, seorang pengarang dan pendaki gunung, bertekad untuk
mencapai "atap dunia", yaitu puncak Gunung Everest. Dalam sebuah
pendakian yang sangat sulit, yang menyebabkan nyawa beberapa teman
mendakinya melayang, ia terus bertahan. Pada tanggal 10 Mei 1996 ia
mencapai puncak.
"Pada suatu pemahaman yang objektif, dan sulit dijabarkan, saya
mengerti bahwa [hamparan bumi di bawah kaki saya] merupakan
pemandangan yang spektakuler," tulis Krakauer tentang momen itu.
"Selama berbulan-bulan saya telah mengkhayalkan momen ini dan letupan
emosi yang akan menyertainya. Tetapi sekarang, ketika saya akhirnya
berada di sini, berdiri di puncak Gunung Everest, saya bahkan tidak
merasakan kepuasan yang saya bayangkan sebelumnya."
Tujuan-tujuan yang bersifat sementara tidak akan pernah sepenuhnya
terpuaskan. Kita dapat melihat kebalikannya dalam pelayanan Paulus.
Ia berkata kepada orang-orang percaya di Filipi, "[Aku] berlari-lari
kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari
Allah dalam Kristus Yesus" (Filipi 3:14). Inilah tujuan "yang kukejar
karena Kristus Yesus telah menangkapku" (ayat 12, NKJV). Dia akan
"mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya
yang mulia" (ayat 21).
Tujuan itu dapat memberikan dorongan yang sangat kuat kepada kita.
Tujuan itu dapat mengilhami kita untuk menjadi semakin serupa dengan
Yesus. Setiap langkah mendaki memberikan kepuasan jiwa yang
menyenangkan. Seberapa rajinkah kita berjuang untuk meraih tujuan
itu? --VCG
JANGAN BIARKAN RASA PUAS KARENA TUJUAN-TUJUAN DUNIAWI
MENGHALANGI ANDA MENCAPAI KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN KEKAL
|