Bacaan : 1Timotius 6:6-16
Jonathan Clements, kolumnis Wall Street Journal menawarkan kepada
para pembacanya "Sembilan Tips untuk Berinvestasi dalam Kebahagiaan".
Hal yang menarik adalah, salah satu sarannya persis sama seperti yang
disampaikan dalam lagu lama favorit karangan Johnson C. Oatman,
"Hitunglah Berkatmu". Clements mengajak kita untuk tidak memikirkan
kekayaan sesama kita, tetapi untuk berpusat pada banyaknya berkat
yang saat ini kita miliki. Ini merupakan nasihat yang bijaksana,
asalkan kita sadar bahwa kekayaan rohani kita di dalam Yesus tidak
dapat diukur dan lebih berharga daripada harta apa pun.
Allah tidak memberikan Alkitab sebagai buku pedoman untuk mencapai
kebahagiaan. Namun, Alkitab mengajarkan kita bagaimana kita dapat
bersukacita selamanya dan bagaimana kita dapat mengalami sukacita
dalam perjalanan kita menuju kebahagiaan kekal. Jadi, kita akan lebih
mengerti apabila membandingkan kebenaran Alkitab dengan nasihat akal
budi.
"Ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar,"
tulis Paulus kepada Timotius (1Timotius 6:6). Rasul Paulus
menginginkan agar muridnya mengerti bahwa mensyukuri hal-hal yang
pokok dalam hidup akan menghindarkannya dari perangkap keserakahan.
Dengan demikian, marilah kita memusatkan perhatian pada karunia Allah
yang menakjubkan, sambil melatih diri kita agar roh ucapan syukur
meresap dalam hidup kita sehari-hari. Beginilah caranya untuk
mengalami sukacita hari ini dan untuk bersukacita selamanya --VCG
HITUNGLAH BERKAT ANDA YANG BEGITU BERLIMPAH
MAKA SEGERA SAJA ANDA TAK MAMPU
MENGHITUNGNYA LAGI
|