Bacaan : Wahyu 3:14-22
Saya menyukai sup yang panas mengepul dan minuman ringan yang
sedingin es. Saya tidak suka jika salah satunya suam-suam kuku.
Yesus juga bersikap seperti itu terhadap mereka yang mengaku sebagai
anak-Nya. Dia tidak suka hal yang suam-suam kuku. Dia berharap agar
mereka dingin atau panas (Wahyu 3:15).
Sebagian orang menganggap istilah dingin mengacu pada perlawanan
terhadap Yesus dan Injil. Namun, menurut saya tidak mungkin Dia
lebih memilih perlawanan daripada pelayanan yang setengah hati. Saat
menasihati jemaat Laodikia, mungkin yang ada di benak Yesus adalah
dua mata air di daerah itu, yaitu mata air panas mineral di
Hierapolis dan mata air dingin yang jernih di Kolose. Mata air panas
dipercaya dapat mengobati penyakit, sementara mata air dingin
memberikan kesegaran. Jadi, orang-orang kristiani di Laodikia tidak
menjadi sumber penyembuhan bagi penyakit rohani, dan tidak juga
memberikan kesegaran bagi orang yang letih. Mereka adalah orang yang
suam-suam kuku dan tidak menjadi penolong bagi yang lain.
Anda perlu menanyakan hal-hal berikut: Apakah saya memberikan
kesegaran bagi orang yang letih rohani dengan memberikan dorongan
semangat, sukacita, dan pengharapan bagi mereka? Apakah saya membawa
kesembuhan dengan cara menantang orang-orang yang acuh tak acuh,
menunjukkan kebenaran bagi yang tersesat, dan memotivasi yang tak
bersemangat? Ingatlah, kita tidak dapat menolong siapa pun jika kita
suam-suam kuku. Tuhan ingin agar kita menjadi dingin atau panas,
tergantung pada kebutuhan sesama kita saat itu --Herb Vander Lugt
ORANG KRISTIANI YANG SETENGAH HATI
PERLU MEMPERBARUI HATINYA BAGI ALLAH
|