Bacaan : Yesaya 8:23-9:1-6
Pada suatu malam yang dingin di bulan Desember, saya menyetir mobil
melintasi pegunungan Maryland barat. Setibanya di salah satu puncak
pegunungan di dekat Taman Nasional Rocky Gap, perhatian saya tertuju
pada lautan cahaya yang terang benderang. Astaga, apakah itu? pikir
saya ketika melewati tapal batas antar-negara bagian. Cahaya
berkilauan itu membuat saya penasaran, sehingga setelah delapan
kilometer meninggalkan batas antar-negara bagian tersebut, saya
berputar dan kembali ke sana untuk melihatnya lagi. Ternyata itu
adalah lampu-lampu perayaan masyarakat setempat selama musim Natal.
Jika berkendara di siang hari, saya tak akan melihat apa-apa. Namun
pada malam hari, cahaya menakjubkan itu tidak dapat diabaikan begitu
saja.
Bukankah aneh jika kita mengeluhkan kegelapan moral dan rohani dunia
kita ini, padahal itu sebenarnya tempat yang tepat untuk menunjukkan
kecemerlangan cahaya Tuhan Yesus Kristus. Pada hari Natal, kita
sering membaca kata-kata nubuat ini: "Bangsa yang berjalan di dalam
kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di
negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar" (Yesaya 9:1).
Yesus bersabda tentang diri-Nya sendiri, "Akulah terang dunia"
(Yohanes 8:12), dan kepada para rasul-Nya, "Kamu adalah terang
dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi"
(Matius 5:14).
Dalam dunia yang gelap, orang yang pernah melihat terang yang besar
akan bertanya mengapa terang itu tampak dan apa maknanya. Dan tugas
kitalah untuk menjawabnya --David McCasland
UNTUK MEMBAWA ORANG LAIN KELUAR DARI KEGELAPAN
BIARLAH MEREKA MELIHAT TERANG ANDA
|