Bacaan : Rut 1
Naomi, suami, dan kedua putranya meninggalkan tanah Israel untuk
pindah ke Moab karena terjadi bencana kelaparan (Rut 1:1,2). Satu
putranya menikahi Rut, dan yang lain menikahi Orpa. Akhirnya suami
dan kedua putra Naomi meninggal dunia (ayat 3,5), sehingga ia
memutuskan untuk kembali ke Israel. Namun, ia merasa bahwa lebih
baik kedua menantunya tetap tinggal di Moab (ayat 6-13). Ia berusaha
mencegah mereka ikut dengan berkata, "Janganlah kiranya demikian,
anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami daripada kamu,
sebab tangan Tuhan teracung terhadap aku?" (ayat 13).
Apakah pikiran Naomi tentang Allah itu benar? Mungkin keluarga itu
telah menunjukkan kurangnya iman mereka dengan pindah ke Moab yang
penduduknya menyembah berhala, tetapi Allah nyata-nyata tidak
memusuhi Naomi. Hal ini terbukti ketika Dia secara ajaib mencukupkan
kebutuhan Naomi dan Rut saat kembali ke Israel. (Bacalah seluruh
kitab Rut yang pendek ini.)
Mungkin Anda sedang menganggur, sakit parah, memiliki anak yang
cacat, atau merawat orang terkasih yang menderita penyakit
Alzheimer. Allah tak pernah berjanji untuk menghindarkan kita dari
masalah semacam itu. Namun Dia telah membuktikan bahwa Dia selalu
hadir "bagi kita" umat kristiani, melalui apa yang dilakukan-Nya di
dalam Yesus (Roma 5:8,9). Tak satu hal pun, termasuk maut, yang
dapat memisahkan kita dari kasih-Nya (ayat 8:35-39).
Tuhan tak pernah "melawan kita", bahkan ketika Dia sedang menyesah
kita (Ibrani 12:5,6). Dia selalu ada di pihak kita! --Herb Vander
Lugt
DIA YANG TELAH MATI UNTUK MENYELAMATKAN ANDA
TAKKAN PERNAH MEMUSUHI ANDA
|