Bacaan : Maleakhi 2:13-17
Saya mulai memundurkan mobil van saya dari tempat pemuatan barang.
Melalui kaca spion, saya melihat dua truk yang parkir berdampingan.
Saya masih mempunyai cukup ruang. Namun kemudian, salah satu truk
itu tampaknya bergerak ke arah saya. Saya menghentikan mobil.
Kemudian saya menyadari bahwa ternyata truk sebelahnyalah yang
sebenarnya berjalan mundur, sehingga hal itu menciptakan ilusi bahwa
truk yang sedang parkir tersebut seolah-olah bergerak maju.
Menurut kamus, ilusi adalah sebuah "persepsi yang salah tentang
kenyataan". Para pesulap memanfaatkan ilusi untuk "melakukan hal
yang tidak mungkin". Kebanyakan ilusi memang tidak berbahaya, tetapi
beberapa di antaranya bisa berakibat fatal. Di padang pasir,
mengejar fatamorgana yang tampak seperti air bisa mengakibatkan
kematian.
Namun, ilusi-ilusi yang paling berbahaya adalah ilusi rohani dan
moral yang cenderung dipercayai orang. Dalam Maleakhi 2, bangsa
Israel telah melanggar janji nikah mereka (ayat 14-16). Mereka tahu
Allah membenci perceraian (ayat 16), namun mereka berkata, "Setiap
orang yang berbuat jahat adalah baik di mata Tuhan" (ayat 17).
Bukankah hal itu mirip dengan budaya zaman sekarang? Karena alasan
yang tidak alkitabiah, banyak orang percaya bahwa hal-hal seperti
aborsi, seks di luar nikah, dan perceraian dapat dibenarkan secara
moral. Bahkan sebagian orang kristiani memercayai ilusi-ilusi
seperti itu.
Kita perlu menempatkan Alkitab sebagai standar agar dapat membedakan
kenyataan dengan ilusi! Dennis De Haan
SALAH SATU ILUSI TERBESAR DALAM HIDUP
ADALAH BAHWA DOSA TIDAK MEMILIKI AKIBAT
|