Bacaan : Kisah Para Rasul 20:23,24
Bagaimana reaksi kita terhadap kejadian-kejadian yang tragis? Saat
pengalaman yang membingungkan menimpa hidup kita dan menciptakan
suasana kelam dan murung, bagaimana tanggapan kita? Kita mungkin
cenderung panik atau putus asa. Seseorang yang bernama Abraham
Davenport dapat memberi sebuah pelajaran tentang keteguhan hati
kepada kita.
Pada tanggal 19 Mei 1780, telah terjadi sebuah fenomena yang
misterius. Kegelapan yang pekat (barangkali disebabkan oleh asap
kebakaran hutan dan kabut tebal) menutupi seluruh daerah New
England. Banyak orang diliputi ketakutan dan mengira dunia akan
kiamat.
Pada siang hari itu, Parlemen Connecticut sedang mengadakan sidang
dan banyak anggota parlemen mendesak agar sidang tersebut ditunda
dahulu. Namun, Abraham Davenport berkata kepada rekan-rekannya,
"Saya tidak menyetujui penundaan. Hari Penghakiman mungkin sudah
tiba, mungkin juga belum. Jika belum, maka tidak ada alasan untuk
melakukan penundaan; jika sudah, saya memilih untuk didapati sedang
melakukan tugas saya. Karena itu, saya harap lilin-lilin disiapkan."
Rasul Paulus memiliki ketetapan hati yang serupa. Meskipun harus
mengalami kesulitan dan perlawanan yang hebat, serta mendengar
berita buruk tentang apa yang akan dialaminya, ia tetap bertekad
untuk "menyelesaikan pelayanan[nya]" dengan sukacita (Kisah Para
Rasul 20:24).
Dengan kepercayaan yang meneduhkan hati di dalam Tuhan, marilah kita
tetap teguh dalam melayani-Nya setiap saat Vernon Grounds
UNTUK BERTAHAN MELAWAN BADAI KEHIDUPAN
BERLABUHLAH PADA BATU KARANG YANG TEGUH
|