Bacaan : Ezra 4:1-5
Sebuah organisasi pemuda kristiani di Singapura mendengar berita
bahwa klub pacuan kuda setempat bermaksud menyumbang dana cukup
besar bagi program mereka. Pemberian itu sebenarnya akan sangat
membantu, tetapi organisasi tersebut telah mengambil sikap menentang
perjudian. Dan sekarang mereka harus memutuskan, apakah dengan
menerima sumbangan dari klub pacuan kuda yang pendapatannya berasal
dari perjudian, mereka telah menduakan komitmen mereka kepada
Kristus.
Zerubabel, Yesua, dan para kepala kaum keluarga orang Israel juga
menghadapi dilema yang sama. Mereka mendapat tawaran bantuan untuk
membangun bait suci mereka dari orang-orang Asyur yang tinggal di
daerah tersebut dan telah menikah antarsuku dengan sisa-sisa suku
Israel. Orang-orang yang kemudian dikenal sebagai orang Samaria,
adalah lawan orang Israel (Ezra 4:1). Zerubabel menjawab dengan
tegas, "Kami sendirilah yang hendak membangun bagi Tuhan." Mengapa
seolah-olah ada sikap eksklusif? Dalam 2 Raja-raja 17:33, kita
melihat bahwa mereka yang menawarkan bantuan itu "berbakti kepada
Tuhan, tetapi dalam pada itu mereka beribadah kepada allah mereka".
Kita perlu sering diingatkan kembali akan perintah pertama, "Jangan
ada padamu allah lain di hadapan-Ku" (Keluaran 20:3). Meskipun Tuhan
dapat memakai orang yang tidak percaya untuk menyelesaikan tujuan-Nya,
namun kita tidak boleh menduakan kesetiaan kita kepada-Nya.
Kita harus menunjukkan bahwa kita menyembah Dia dan hanya Dia,
melalui kata-kata dan perbuatan kita --Albert Lee
ADA BANYAK CARA MENYEMBAH ALLAH
TETAPI HANYA ADA SATU ALLAH YANG LAYAK DISEMBAH
|