Bacaan : Keluaran 12:29-36
Allah telah menyita perhatian Firaun dan bangsa Mesir melalui
serangkaian tulah. Sekarang mereka menderita karena pembebasan
budak-budak Israel mereka. Namun Allah tidak menginginkan bangsa
Israel meninggalkan Mesir dengan tangan hampa. Karena itu, setelah
mengalami 400 tahun masa perbudakan, mereka berhak menerima upah.
Lalu mereka meminta mantan majikan mereka untuk memberikan barang-barang
dari perak, emas, serta pakaian. Dan mereka memperolehnya.
Keluaran 12:36 mengatakan bahwa orang Israel "merampasi orang Mesir
itu".
Namun, itu tidak berlangsung lama sampai umat Allah jatuh ke dalam
penyembahan berhala. Mereka menggunakan emas mereka untuk membuat
anak lembu emas, yang mereka sembah saat Musa berada di puncak
Gunung Sinai untuk menerima perintah Allah (ayat 32:1-4).
Pengalaman tragis ini menyoroti satu penekanan yang perlu senantiasa
diingat oleh orang-orang kristiani sehubungan dengan harta mereka.
Ada banyak hal yang bisa kita nikmati dalam masyarakat kita, tetapi
benda-benda materi dapat menjadi bahaya maut apabila tidak kita
gunakan secara bijak. Os Guinness berkata bahwa kita "bebas untuk
menggunakan" tetapi "jangan sampai memuja". Kita adalah "orang asing
dan pendatang di bumi ini" (Ibrani 11:13), dan kita tidak boleh
terlalu terpikat oleh "harta Mesir" sehingga menjadi puas karenanya
dan melupakan panggilan sejati kita.
Apakah kita menggunakan berkat materi kita untuk melayani Tuhan,
atau kita justru telah diperbudak oleh berkat materi tersebut?
Haddon Robinson
EMAS BISA MENJADI HAMBA YANG BERGUNA
TETAPI JUGA DAPAT MENJADI TUAN YANG KEJAM
|