Bacaan : Maleakhi 1:6-14
"Aku tidak suka kepada kamu." Ini adalah kemarahan Tuhan yang luar
biasa kepada umat-Nya yang disampaikan melalui Nabi Maleakhi (ayat
1:10). Allah murka terhadap cara penyembahan mereka yang ceroboh dan
hina. Binatang-binatang yang mereka persembahkan tidak layak di
hadapan-Nya, karena binatang-binatang tersebut bukanlah ternak dan
piaraan yang terbaik. Sebaliknya, mereka justru mempersembahkan
binatang rampasan, yang timpang, dan yang sakit (ayat 13).
Kendati kita tidak menunjukkan sikap penghinaan kepada Allah seperti
itu, kadang kala kita begitu acuh tak acuh dalam melakukan
penyembahan. Teman saya mengamati hal itu dalam dirinya sendiri:
"Ketika saya berbelanja barang-barang yang biasa seperti sabun atau
mentega, saya tidak terlalu memikirkannya. Namun, saat mencari
sebuah blus yang serasi dengan rok saya, saya akan memilih dengan
sangat hati-hati. Saya berpindah dari satu toko ke toko yang lain
sampai benar-benar menemukan apa yang saya cari." Kemudian ia
berkata dengan penuh pengertian, "Seharusnya saya melakukan hal yang
sama saat menyembah Allah. Namun, terkadang saya menghampiri Allah
sama santainya seperti saat membeli sekotak tisu."
Selama ibadah di gereja, mungkin kita tidak sungguh-sungguh
memperhatikan Allah. Kita datang terlambat. Pikiran kita melayang ke
mana-mana. Kita perlu mendisiplinkan pikiran agar tidak terpusat
pada masalah-masalah hari kemarin atau tanggung jawab hari esok.
Saat kita menyembah Tuhan dengan sepenuh hati, Dia akan bergembira
karena kita --Dave Egner
PENYEMBAHAN YANG SEJATI
ADALAH PENYEMBAHAN SETULUS HATI
|