Bacaan : Ibrani 12:1-17
Seorang wanita secara tidak sengaja menjual perhiasan keluarga yang
sangat berharga hanya seharga 10 sen. Itu terjadi setelah ia
mengambil perhiasan tersebut dari safety deposit box di bank untuk
dipakai di sebuah pesta pernikahan. Sepulang dari pesta, bank
tersebut sudah tutup, sehingga ia meletakkan perhiasan itu di sebuah
kotak alat cukur kuno dan melupakannya. Suatu hari, ia memberikan
kotak alat cukur tersebut kepada seorang teman yang sedang
mengumpulkan barang-barang yang tak terpakai untuk dijual di pasar
murah. Saat wanita tersebut menyadari apa yang telah ia lakukan,
permatanya yang sangat berharga telah dijual kepada seorang pembeli
tak dikenal sebagai barang loakan.
Kepedihan wanita di atas mirip dengan kepedihan Esau. Tiba-tiba ia
menyadari bahwa miliknya yang sangat berharga telah hilang (Kejadian
25:29-34). Keputusannya yang keliru dan penderitaan yang ia alami
selanjutnya dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi orang-orang
Kristen. Ibrani 12 mengajarkan bahwa jika kita marah karena ditegur
setelah melanggar kebenaran, atau setelah melakukan dosa, maka kita
akan kehilangan manfaat dari didikan Allah (ayat 5). Dan, kehilangan
semacam itu jauh lebih merugikan dibandingkan kehilangan permata
yang mahal.
Bagaimana caranya supaya kita tidak mengalami kehilangan seperti
itu?? Bila kita berdosa, kita harus mau belajar dari didikan Allah
(ayat 11), menunjukkan semangat (ayat 12,13), dan memperbarui
kehidupan rohani kita (ayat 14). Jika kita menerima didikan Bapa,
kita dapat menikmati suatu kehidupan tanpa penyesalan -MRD II
ANDA TAK DAPAT MENINGGALKAN DOSA
APABILA ANDA BELUM MEMBERESKANNYA
|