Bacaan : 1Yohanes 1:5-2:10
Para pembajak meneror penumpang pesawat Indian Airlines selama 8
hari. Pada tanggal 31 Desember 1999 para pembajak bersenjata itu
menyatakan permintaan terakhir mereka sebelum melepaskan sandera.
"Maaf, tetapi semuanya harus mengatakan bahwa Anda mengampuni saya,"
kata sang pembajak yang memakai nama samaran "Burger." Ketika para
penumpang menatapnya, ia memerintahkan agar mereka berkata, "Saya
mengampuni Anda." Setelah mendengar itu, para pembajak tersebut
menghilang menyusuri gurun pasir.
Tidak banyak dari kita yang dengan sombong memaksa seseorang untuk
mengampuni kita. Kita pun tidak dapat menuntut Allah harus
mengampuni kita. Mengapa? Karena banyak orang telah mengalami bahwa
pengampunan dan belas kasihan-Nya hanya dapat diperoleh bila kita
memiliki hati yang rendah hati, penuh penyesalan, dan mau bertobat.
Yohanes menulis, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia
dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan
menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9). "Mengaku"
berarti mengatakan atau menyetujui dengan hal yang sama." Dengan
mengaku dosa kepada Allah, itu berarti kita setuju dengan Dia
sehubungan dengan dosa kita, kebutuhan kita untuk disucikan, serta
kebutuhan kita untuk mengampuni sesama yang bersalah kepada kita
(Matius 6:15). Saat itu kita pun berseru: "Ampuni saya!"
Tak seorang pun dari kita dapat benar-benar bebas tanpa pengampunan.
Kita membutuhkan pengampunan dari Allah, dan orang lain membutuhkan
pengampunan kita -DCM
PENGAKUAN ADALAH KUNCI
YANG MEMBUKA PINTU PENGAMPUNAN
|