Bacaan : Yohanes 3:1-15
Tatkala akan menyampaikan kesaksian di pengadilan, seorang saksi
harus mengucapkan semacam sumpah yang berbunyi demikian, "Saya
berjanji akan mengatakan yang benar, tidak lain dari yang
sebenarnya." Kemudian disambung dengan kalimat, "Semoga Tuhan
menolong saya" sebagai suatu permohonan kepada Yang Mahakuasa.
Mengatakan suatu kebenaran di pengadilan sangatlah penting karena
hal itu dapat mempengaruhi pengambilan keputusan tentang hidup
matinya seseorang.
Manakala bercakap-cakap dengan Nikodemus tentang kelahiran baru dan
hidup kekal, Yesus berbicara "di bawah sumpah." Perhatikan bagaimana
Dia mengawali kata-kata-Nya di dalam Yohanes 3:11, "Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya." Dalam bahasa aslinya, yakni bahasa Yunani,
Dia memakai kata "amen, amen," yang dapat diterjemahkan menjadi
"bahwasanya," "sesungguhnya," atau "aku mengatakan yang sebenarnya
kepadamu." Dalam kitab Yohanes tercatat bahwa Yesus menggunakan
kata-kata tersebut sebanyak 25 kali.
Daniel Fuller dalam bukunya The Unity Of The Bible (Keutuhan
Alkitab), menulis, "Yesus . tidak berbicara untuk Allah tetapi
sebagai Allah sendiri. Dari semua tokoh Alkitab yang ada, hanya
Yesus yang menyertakan kata amen dalam pernyataan-Nya, guna
menjelaskan bahwa Dia sendiri adalah Allah yang punya kuasa untuk
meneguhkan bahwa ajaran-Nya benar dan dapat dipercaya.
Firman Tuhan adalah benar, tidak lain dari yang sebenarnya. Karena
itu, percayailah dan taatilah kata-kata-Nya. Kebenaran yang sejati
menentukan masalah hidup atau mati! -DJD
KRISTUS ADALAH KEBENARAN SEJATI --
KITA TIDAK APA-APA LAGI
|