Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > PEMIMPIN YANG TIDAK SEMPURNA
< Maret
2001
>
M S S R K J S
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Minggu, 25 Maret 2001

Bacaan Setahun : 2Samuel 9-12
Nats : Kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah (2Korintus 3:5)

PEMIMPIN YANG TIDAK SEMPURNA

Bacaan : 2Korintus 3: 1-5

Pikiran Allah berbeda dengan pikiran kita. Kita cenderung menyamakan kepemimpinan dengan kekuasaan; sedangkan Dia menyamakan kepemimpinan dengan pelayanan seorang hamba. Kita ingin kekuatan supaya dapat membantu pekerjaan Allah; tetapi Dia malah membuat kita lemah supaya Dia dapat menunjukkan kuasa-Nya. Kita memperlihatkan keunggulan diri kita supaya orang lain lebih percaya kepada kita; sedangkan Dia membiarkan kita gagal supaya orang melihat bahwa kita tidak ada artinya jika terpisah dari Allah.

Kita cenderung memperhatikan kepribadian, kecerdasan, pendidikan, dan kekuatan seorang pemimpin. Mereka yang bersikap seperti itu meyakini bahwa seorang pemimpin yang sempurna selalu berbuat benar. Pujian yang berlebihan seperti itu merupakan humanisme-menjadikan manusia sebagai ukuran segala sesuatu. Yang lebih buruk lagi ialah munculnya sikap memberhalakan seseorang-perhatian kita terpusat kepada seseorang, dan bukan kepada Allah.

Karena itulah Allah membiarkan para pemimpin jatuh. Kegagalan, kebimbangan, dan kemerosotan prestasi membuat mereka dengan rendah hati menyadari kekurangan mereka, sehingga para pengikut mereka menghilangkan impian dan ketergantungannya kepada para pemimpin tersebut. Ini merupakan peringatan yang baik, yakni supaya kita semua-baik para pemimpin maupun para pengikut-menjalani kehidupan ini dengan rendah hati. Pada akhirnya, hal terbaik yang kita miliki adalah kebaikan Allah. Itulah sebabnya kita perlu mengakui bahwa "kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah" (2 Korintus 3:5) -DHR

SETELAH MENGETAHUI KELEMAHAN KITA
BARULAH KITA DAPAT BERGANTUNG PADA KEKUATAN ALLAH
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini