Bacaan : Yohanes 4:4-15
Dalam suatu perjamuan di lingkungan akademik, saya duduk di sebelah
seorang cendekiawan yang terkenal. Saya tahu ia dikenal luas dan
dikagumi karena buku-buku yang ditulisnya dan mata kuliah yang
diajarkannya. Namun saya juga tahu bahwa selama bertahun-tahun ia
harus berjuang melawan depresi. Ia pernah berkata pada saya bahwa
kelangsungan hidupnya sangat tergantung pada pengobatan medis dan
konseling. Selanjutnya ia berkata, "Tapi Yesus Kristus membuat saya
memiliki alasan untuk terus hidup." Sejak saat itu, kata-kata
tersebut terus terpatri dalam ingatan saya.
Setiap orang, baik yang sehat secara fisik maupun jiwa atau yang
tengah menderita secara fisik ataupun emosional, harus punya alasan
untuk hidup. Jika kita menjalani hidup dengan sekadar melewatkan
hari demi hari, kita akan memahami apa yang dituls Shakespeare,
yakni bahwa hidup kita sama dengan "seorang idiot yang banyak bicara
dan suka meluapkan amarah, tetapi tak berarti apa-apa."
Di tengah-tengah kesibukan, kadang-kadang kita menyadari bahwa hidup
tanpa iman kepada Kristus membuat kita tidak mempunyai tujuan abadi
untuk hal-hal yang kita kerjakan. Kesibukan membutakan kita pada
kenyataan bahwa semua yang kita lakukan tidak berarti-kecuali jika
kita mempercayai apa yang dikatakan Rasul Paulus: "Bagiku hidup
adalah Kristus dan mati adalah keuntungan" (Filipi 1:21).
Seperti itu jugakah kesaksian hidup Anda? Sudahkah Anda merasakan
bahwa hidup Anda benar-benar berharga dalam Yesus Kristus? -VCG
HIDUP BAGI YESUS ADALAH ALASAN YANG TERBAIK UNTUK HIDUP
|