Bacaan : Yohanes 14:19-31
Saya mengenal seorang wanita yang selalu merapikan rumahnya setiap
malam sebelum tidur. Ia melakukan hal ini karena tidak ingin Tuhan
melihatnya sebagai pengurus rumah tangga yang buruk bila Dia kembali
sebelum pagi tiba. Sering kali saya mencoba menandingi standar
tinggi kerapian wanita tersebut, tetapi sebagai seorang ibu rumah
tangga, seorang istri, dan seorang ibu yang masih muda, saya tahu
rumah saya tidak akan pernah lulus tes.
Menjaga kebersihan rumah demi kemuliaan Tuhan adalah keinginan yang
patut dihargai. Namun akhirnya saya menyadari bahwa sesungguhnya
rumah jasmani tempat saya tinggal di dunia ini, tidak menjadi
perhatian utama-Nya. Dia jauh lebih memperhatikan keadaan rumah
rohani, yakni hati saya.
Dalam Yohanes 14:21, kita akan mendapat dua petunjuk untuk merawat
rumah rohani itu: Kasihilah Allah dan lakukanlah segala
perintah-Nya. Ketidaktaatan kepada Allah membuat rumah hati kita
kotor. Sebaliknya, ketaatan yang diungkapkan sebagai wujud kasih
kita kepada-Nya akan membuat hati kita menjadi rumah yang nyaman
bagi Allah sehingga kita pun siap menyambut kedatangan Kristus.
Doa berikut ini membantu kita untuk membedakan antara standar dunia
yang fana dan standar kekekalan: "Tolonglah saya, Bapa, untuk
membersihkan rumah hati saya. Buanglah semua debu dan jaring-jaring
kesombongan, sakit hati, dan prasangka buruk. Saya ingin menjaga
rumah hati saya selalu bersih demi Engkau" -JEY
HATI ANDA DICIPTAKAN UNTUK MENJADI RUMAH ALLAH
|