Bacaan : 1Yohanes 1:1-7
Adakah orang Kristen yang hidup begitu dekat dengan Allah atau yang
begitu saleh sehingga ia "boleh berlibur" membina hubungannya dengan
Allah? Sebuah pendapat konyol, bukan? Sangatlah tidak masuk akal
jika kita sadar bahwa perjalanan hidup kita bersama Allah harus
berlangsung terus menerus, setiap hari, setiap saat, namun pada
kenyataannya kita sering mengikuti kemauan kita sendiri dan
mengabaikan persekutuan kita dengan-Nya.
Prinsip yang sama juga berlaku dalam dunia olahraga. Grant Hill,
seorang pemain basket profesional yang ternama, berkomentar tentang
jadual latihannya selama tidak ada pertandingan demikian: "Saya
tidak dapat libur berlatih selama satu minggu. Sehari saja saya
berlibur, rasanya keahlian saya sudah berkurang."
Bila kita sebagai orang Kristen "meliburkan" hubungan kita dengan
Allah, kita pun pasti akan merasakan sesuatu yang "berkurang". Kita
akan kehilangan tuntunan dari Firman-Nya dan persekutuan dengan-Nya
yang kita rasakan melalui doa. Kita akan mengabaikan prioritas dan
hanyut ke daerah terlarang yang dapat membawa kita pada kejatuhan.
Entah sudah berapa lama Anda menjadi anak Allah yang beriman dalam
Kristus, tetapi yang jelas Anda harus selalu menjaga hubungan dengan
Dia. Bukan hanya dengan setia pergi ke gereja atau bersaat teduh
setiap hari, tetapi juga dengan memelihara hubungan itu secara
terus-menerus. "Berlibur" memelihara hubungan dengan-Nya akan
melemahkan langkah hidup Anda -JDB
AGAR KEROHANIAN KITA TETAP SEHAT
BERJALANLAH SELALU BERSAMA KRISTUS
|