Bacaan : Yesaya 40:25-31
Para peneliti di Universitas Virginia mendapati bahwa kebanyakan
orang melihat kemiringan suatu bukit lebih terjal dari kenyataannya,
khususnya ketika mereka sedang lelah atau membawa barang berat.
Tatkala mereka mengira kemiringan bukit 30 derajat, ternyata
kenyataannya hanya 10 derajat; dan yang diduga memiliki kemiringan
20 derajat, ternyata hanya 5 derajat. Taksiran mereka kerapkali
salah. Mereka bahkan tak percaya dugaan mereka dapat meleset sejauh
itu.
Saat kita berbeban berat dan mengalami keletihan, masalah yang kecil
sekalipun bisa tampak begitu besar sehingga sulit dipecahkan. Ketika
menghadapi ujian kehidupan, kita tergoda untuk duduk di kaki bukit
yang terjal dan berdiam diri di sana, karena lereng bukit itu tampak
terlalu terjal untuk dilalui.
Itulah sebabnya kita membuthkan penguatan firman Allah. Firman itu
akan mengarahkan perhatian kita kepada Allah yang tak kenal lelah,
yang mengenal kebutuhan kita. Yesaya menulis, "Tuhan ialah Allah
kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi
lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia
memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang
tiada berdaya" (Yesaya 40:28,29).
Karena sering salah menilai kesulitan-kesulitan yang ada dalam
kehidupan ini, kita membutuhkan kekuatan untuk tetap bertahan
tatkala kita digoda untuk menyerah. Berimanlah kepada-Nya hari ini
juga dan bergabunglah dengan mereka yang hidup mengandalkan Tuhan,
mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak
menjadi lelah (ayat 31). Dalam kekuatan-Nya, Anda dapat menaklukkan
bukit seterjal apa pun -DCM
ALLAH SELALU MEMBERI KITA KEKUATAN YANG CUKUP
UNTUK MENGAMBIL LANGKAH SELANJUTNYA
|