Bacaan : Kisah Para Rasul 16:16-24
Suatu kali melakukan penjelajahan, Anda tertarik pada sebuah gua.
Anda menelusuri terowongan dan jalan setapak selama berjam-jam
hingga ke suatu tempat yang gelap dan asing. Bahkan teman-teman Anda
sudah mengira Anda tersesat, hingga mereka mengirim seseorang untuk
menolong Anda. Itulah sebabnya tiba-tiba Anda mendengar seseorang
memanggil-manggil Anda.
Penolong itu menyapa Anda dan berkata, "Ikuti saya, saya tahu
satu-satunya jalan keluar." Anda menyanggah, "Bagaimana mungkin
hanya ada satu jalan? Pasti ada jalan lain." Penolong itu menjawab,
"Saya sudah menjelajahi gua ini. Anda harus ikut saya atau Anda
tidak akan pernah dapat keluar." "Anda berpikiran sempit," sahut
Anda. "Pergilah. Saya akan mencarinya sendiri."
Hal diatas mungkin terdengar bodoh, tetapi seperti itu jugalah
tanggapan sebagian orang saat Anda mengatakan bahwa satu-satunya
jalan menuju surga adalah dengan percaya kepada Kristus. Anda
berharap mereka akan berkata, "Wah! Terima kasih atas kabar
baiknya!" Namun sebaliknya, mungkin Anda menerima reaksi seperti
yang diterima penjelajah gua tersebut: "Pergilah. Saya tidak percaya
hanya ada satu jalan."
Seorang penolong mengasihi, mempedulikan, dan berani berkorban untuk
sesamanya. Rasul Paulus adalah seorang penolong yang dijebloskan ke
dalam penjara justru karena mewartakan kabar baik (Kisah Para Rasul
16:23). Orang tidak selalu mau menerima pertolongan kita dengan
tangan terbuka, tetapi hal itu tidak boleh menghentikan usaha untuk
menunjukkan jalan yang benar. Jadilah penolong! -JDB
MEREKA YANG TERSESAT MEMBUTUHKAN SEORANG PENOLONG
YANG MENUNJUKKAN JALAN KELUAR
|