Bacaan : Yakobus 1:1-11
Kata-kata Yakobus "Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu
jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan" (1:2) merupakan kunci
penting untuk mengubah ujan menjadi kebahagiaan. Meskipun kita tidak
dapat memilih ujian yang kita terima, tetapi kita dapat memilih cara
untuk menanggapinya. J.B. Phillips menyederhanakan perkataan Yakobus
demikian: "Jangan anggap ujian sebagai musuh, melainkan sebagai
sahabat!"
Konselor Inggris Selwyn Hughes mengingatkan orang-orang bahwa ujian
dapat menjadi sahabat jika tujuan hidup kita adalah menjadi serupa
dengan Yesus. Jika tujuan hidup kita hanyalah menghindari kesulitan
atau masalah, maka ujian tersebut akan menjadi musuh.
Hughes mengakui bahwa ia sendiri terkadang juga sulit menerapkan
nasihatnya itu. Ia teringat ketika suatu kali ia dan istrinya
menghentikan mobil di pinggir jalan untuk melihat peta. Sebuah truk
membelok tiba-tiba dan menabrak mobil mereka. Mereka memang tidak
terluka, tetapi mobil mereka rusak berat. Lalu hujan mulai turun!
Tiba-tiba saja Hughes mulai frustrasi, gelisah, dan marah kepada
sopir truk tersebut, sehingga ia benar-benar sulit untuk menerima
peristiwa itu sebagai suatu kebahagiaan. Namun saat mereka menunggu
polisi, ia mulai berpikir bagaimana Allah dapat menggunakan ujian
tersebut untuk membuatnya semakin serupa dengan Yesus.
Berangsur-angsur ia bisa juga bersahabat dengan masalah tersebut.
Bila kelak Anda menghadapi ujian, bersahabatlah dengannya dan
izinkan Allah memakai situasi tersebut untuk membuat Anda semakin
menyerupai Yesus -JEY
ALLAH MENENTUKAN SEGALA PERISTIWA YANG AKAN KITA LEWATI
KITA MENENTUKAN STRATEGI UNTUK MELEWATI SEMUA ITU
|